Sistem Informasi Manajemen Keuangan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI

Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan pengetahuan Sistem Akuntansi Instansi Berbasis Akrual dalam upaya meningkatkan kualitas Laporan Keuangan Kemendikbud Tahun 2017, Biro Keuangan Sekretariat Jenderal mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis Sistem Akuntansi Instansi berbasis Akrual Tahun 2017 pada satuan kerja di lingkungan Kemendikbud pada 24 s.d. 26 Agustus 2017 di Yogyakarta yang diikuti  oleh 101 petugas penyusun laporan keuangan pada kantor/satker di lingkungan Kemendikbud.

Kegiatan Bimbingan Teknis ini dibuka oleh Kepala Biro Keuangan Sekretariat Jenderal Kemendikbud (Dr. M.Q. Wisnu Aji, SE., M.Ed.) yang menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya Kmendikbud dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI. Opini WTP sangat besar artinya bagi Kemendikbud mengingat Kemendikbud merupakan salah satu Kementerian yang mengelola anggaran terbesar dan memiliki Kantor/Satker yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam arahannya, Kepala Biro Keuangan menyampaikan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan antara lain agar setiap unit akuntansi/satker di lingkungan Kemendikbud melakukan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi yang telah ditetapkan dan informasi yang dilaporkan atau diperoleh dari setiap entitas kredibilitasnya terjamin dan dapat dipertanggungjawabkan; agar pimpinan satuan kerja dan jajarannya mengoptimalkan pengawasan dan pengendalian pengelolaan anggaran serta memastikan semua pengeluaran anggaran didukung oleh bukti yang sah dan lengkap.  Selain itu Kepala Biro Keuangan juga mengingatkan agar seluruh satker segera menindaklanjuti temuan-temuan BPK yang menjadi catatan pada pemeriksaan laporan keuangan yang lalu dan mengupayakan agar laporan keuangan dapat selesai tepat waktu.

Setelah acara pembukaan, dilanjutkan dengan pemaparan materi “Kebijakan dan Evaluasi Laporan Keuangan Kemendikbud” yang disampaikan oleh Kepala Bagian Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Biro Keuangan Kemendikbud (Faisal Syahrul), yang menyampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan dan ditindaklanjuti agar tidak menjadi permasalahan pada Laporan Keuangan Tahun 2017, antara lain: pengungkapan yang memadai terhadap penyaluran Bantuan Pemerintah/Bantuan Sosial, adanya saldo tidak normal dan aset/hibah belum diregister, menyelesaikan selisih pengakuan pendapatan dan pengembalian antara SAI dan SAU, perbedaan data/nilai antara SAIBA dan SIMAK-BMN, perbedaan transfer keluar dan transfer masuk, dan penyelesaian Aset Tetap Dalam Renovasi dan KDP.

Selama kegiatan peserta akan diberikan materi yang akan disampaikan oleh para narasumber dari Biro Keuangan Setjen Kemendikbud dan Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Akuntansi  Ditjen Perbendaharaan Kemenkeu. Materi tersebut antara lain Kebijakan dan evaluasi laporan keuangan Kemendikbud, kebijakan sistem akuntansi berbasis akrual dan penerapannya pada laporan keuangan, permasalahan akuntansi berbasis akrual dan solusinya, aplikasi SAIBA dan e-Rekon-LK, dan tata cara penyusunan dan telaah laporan keuangan berbasis akrual.

(Tim SIMKeu Kemendikbud)